Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Juni 2010

Contoh proposal 2

5. RANCANGAN (DESIGN) PENELITIAN
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai rancangan sistem informasi E-Government.
Perancangan yang dibuat meliputi rancangan arsitektur sistem, format data masukan atau
Page 13
form-form kependudukan, relasi antar entitas, diagram alur proses dan data sistem, serta
rancangan antar muka pemakai.
Rancangan arsitektur sistem
Departemen Sosial (Depsos) dan BKKBN diharapkan dapat mengakses system ini terutama
basis datanya untuk melakukan proses pengubahan data. Sedangkan masyarakat dapat
melihat informasi kependudukan dan mendapatkan layanan kependudukan melalui internet.
Masyarakat sebagai pengguna system dapat mengakses system darimana saja yang memiliki
akses internet, baik dari rumah, kantor, ataupun warnet. Instansi lain, seperti kantor imigrasi,
kepolisian, kelurahan, dan lembaga pemerintah lainnya dapat berfungsi sebagai pengguna
system sekaligus bertanggung jawab terhadap layanan kependudukan yang melibatkan
instansinya. Mereka dapat melihat informasi dari system dan dapat mengakses basis data dari
system. Rancangan arsitektur system dapat dilihat pada gambar 2.
Page 14
Gambar 2 Aplikasi Dinamis E-Government
Rancangan format data masukan atau form-form kependudukan
Format data masukan atau form-form kependudukan yang disediakan sistem direncanakan
mengikuti bentuk form kependudukan yang terdapat pada tiap instansi. Misalnya form
permohonan KTP pada kelurahan, form permohonan Akte pada kelurahan, form permohonan
SIM pada Kepolisian, form permohonan passport pada kantor imigrasi, dan sebagainya.
Rancangan Entity Relationship
Pembuatan rancangan hubungan antar entitas (entity relationship) bertujuan untuk
mengetahui keterkaitan entitas data yang kita gunakan dalam basis data nantinya.
Rancangan alur proses
Internet
Database
Kependudukan
masyarakat masyarakat
Depsos
Server
basis data
masy
Server
dan apl
Page 15
Pembuatan rancangan alur proses (process modeling) bertujuan untuk mengetahui alur proses
bisnis dalam sistem E-Government yang kita kembangkan.
Rancangan Antar muka
Antar muka dirancang untuk memudahkan pemakai dalam mempergunakan sistem yang akan
dikembangkan sehingga sistem lebih user friendly. Rancangan antarmuka di sini meliputi:
➢ Antarmuka untuk administrator
➢ Antarmuka untuk pengguna umum (masyarakat)
➢ Antarmuka untuk bagian administrasi
Rancangan Uji Coba
Proses ujicoba sistem E-Government ini bisa dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama bisa
dilakukan dengan sebuah simulasi dalam skala kecil untuk melihat sejauh mana efektifitas
dan efisiensi dari sistem yang dikembangkan. Beberapa parameter harus dimasukkan ke
dalam sistem untuk menggambarkan real world dari sistem.
Tahap kedua merupakan uji coba dalam skala besar yang dilakukan pada lingkungan yang
sebenarnya, misalnya saja dalam sistem E-Government di ujicobakan untuk propinsi tertentu.
Sebelum tahap kedua dilakukan, terlebih dahulu akan dibuatkan paket installer dari sistem
sehingga sekaligus akan diujicobakan paket sistem apakah berjalan dengan baik atau tidak.
Selanjutnya jika tahap kedua ini selesai, diharapkan produk yang dihasilkan dapat digunakan
lebih jauh oleh instansi lainnya, baik instansi pemerintah atau swasta.
Analisis Hasil Uji Coba
Setelah percobaan selesai dilakukan, akan dilakukan analisa terhadap hasil ujicoba terhadap
sistem yang dikembangkan. Proses analisa ini meliputi beberapa hal, yang disesuaikan
dengan karakteristik dari sistem informasi. Beberapa hal yang bisa dianalisa antara lain:
▪ Kinerja
▪ Scalability
▪ Reliability
▪ Usability
Page 16
Kinerja
Kinerja yang dinilai adalah response time yang diterima oleh pemakai. Response time di sini
dihitung mulai dari saat pemakai memasukkan kueri sampai pada saat pemakai menerima
dokumen yang diinginkan dari sistem. Berhubung pengguna system dapat semakin
bertambah, kinerja system perlu diperhatikan untuk menjamin kualitas layanan system E-
Government.
Security
Security di sini menunjukkan kemampuan sistem untuk menghadapi serangan-serangan yang
tidak dikehendaki, terutama tindakan cracking.
Reliability
Untuk mengetahui reliability dari sistem ini, harus disimulasikan juga proses failure terhadap
beberapa komputer pemakai. Dalam keadaaan seperti tersebut, akan dianalisa apakah sistem
akan mengalami failure juga secara keseluruhan, sebagian saja atau malah tidak ada
pengaruhnya terhadap sistem.
Usability
Untuk mengetahui tingkat usability dari sistem ini, harus dievaluasi tingkat kemudahan
pemakai dalam mengoperasikan sistem. Untuk mencapai hal tersebut, bisa diberikan
kuesioner untuk mengetahui respon dari pemakai mengenai kemudahan penggunaan terhadap
sistem.
6. BIBLIOGRAFI
[AND00] Andri, Yofi, "Analisis berbagai Sistem Pengindeksan dan Teknik Temu-
Kembali Informasi", Tesis Magister, Fakultas Pasca Sarjana Universitas
Indonesia, 2000.
[ANO01] Anonymous, “Connecting Government: Using IT in the Singapore Civil
Service”, 2001
[AIC01] Aichholzer, Georg, “Electronic Government Services for the Business
Sector in Austria”, Proceeding 12th International Workshop on Database
and Expert System Applications, 3-7 September, 2001, Munich,
Germany.
[BAP01] Bappenas-Fasilkom UI, “National IT Framework”, 2001
[BOD97] Bodhitama, Ananta D. "Implementasi Local Search Engine pada Sistem
Temu-Kembali Informasi". Skripsi Sarjana. Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia, 1997.
[DAR01] Darmawi, Martin, dkk, “E-Government: Sistem Informasi
Page 17
Kependudukan Daerah Khusus Ibukota Jakarta”, Laporan Student
Project, Fasilkom UI Depok, 2001.
[FIS01] Fischman, Lothar, “e-Vienna Living Situation Based eGovernment and
eDemocracy”, Proceeding 12th International Workshop on Database and
Expert System Applications, 3-7 September, 2001, Munich, Germany.
[FOR02] Forman, Mark, “E-Government Strategy : Simplified Delivery of
Services to Citizens” , Executive Office of The President Office of
Management and Budget, Washington, D.C. 20503, 2002.
[HAS01] Hasibuan, Zainal, A , “Electronic Government For Good Governance”,
Fakultas Ilmu Komputer UI, 2001.
[JAC01] Jackson, Paul and Noah Curthoys, “E-Government: Development in the
US and UK”, Proceeding 12th International Workshop on Database and
Expert System Applications, 3-7 September, 2001, Munich, Germany.
[KPU02] Komisi Pemilihan Umum, “Grand Design Sistem Informasi KPU”, 2002
[MOO00] Moores, Simon, “E-Government in the United Kingdom”, The
Information Society in Europe: Policies & Best Practises, 2000.
[TAM01] Tambouris, E, etal “Investigation of Electronic Government”,
Archetypon S.A. 236 Sygrou 176-72 Kallithea, Athens, Greece, 2001.
[VIL01] Virili, Francesco, “The Italian e-Government Action Plan: Gaining
Efficinecy to Rethinking Government”, Proceeding 12th International
Workshop on Database and Expert System Applications, 3-7 September,
2001, Munich, Germany.
[WAT01] Watson, Anthony and Vincent Cordonnier, “Information Tehcnology
Improves Most of the Democratic Voting Processes”, Proceeding 12th
International Workshop on Database and Expert System Applications, 3-
7 September, 2001, Munich, Germany.
[WIM01] Wimmer, Maria and Johanna Krenner, “An Integrated Online One-Stop
Government Platform: The eGOV Project”, Proceedings of 9th
Interdisciplinary Information Management Talks, Linz, 2001.
[WIN01] Windy Aryanto, dkk, “Pengembangan prototipe standardisasi aplikasi e-
government untuk instansi pemerintah” Student Project, Fasilkom UI,, 2003.
[ZUL02] Zulhemy, dkk, “Sistem Informasi Penduduk dan Pemilih”, On-going
Technical Report, 2002.
Page 18
LAMPIRAN
Page 19
PERSONALIA RISET
1. Tenaga Peneliti (maksimum 3 orang termasuk Peneliti Utama)
a) Tenaga Peneliti a) Gelar Kesarjanaan
No. b) Bidang Keahlian dan Tugas dalam Penelitian b) Pendidikan Akhir (S1/S2/S3)
1 a) Peneliti Utama
b) Sistem Temu-Kembali Informasi
a) Philosophy of Doctorate
b) S3
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan penelitian
2 a) Peneliti Anggota
b) Sosiologi
a) Philosophy of Doctorate
b) S3
Bertanggung jawab terhadap eksplorasi landasan
penelitian, manajemen data dan informasi
kependudukan di Indonesia yang akan digunakan
dalam penelitian ini.
3 a) Peneliti Anggota
b) Basis Data/Sistem Informasi
a) Magister Ilmu Komputer
b) S2
Bertanggung jawab terhadap analisis business
proses dan analisis sistem
Page 20
RINCIAN ANGGARAN
Pilih salah satu (beri tanda √):
( ) Riset di Lapangan
( √ ) Riset di Laboratorium
Rincian biaya RUT XII (lihat Lampiran A, B dan C).
Anggaran Biaya dan Pentahapan:
Uraian Tahun I Tahun II Tahu
Gaji dan Upah 45.580.000 45.580.000 45.
Bahan 57.900.000 57.900.000 57.
Perjalanan 17.400.000 17.400.000 17.
Lain-lain Pengeluaran 4.100.000 4.100.000 4
Ju Jumlah Biaya 124.980.000 124.980.000 124.9
Rincian Anggaran Tahun I :
1. Gaji dan Upah :
No. Pelaksana
Jumlah
Pelaksana
Jumlah
Jam/Minggu Honor/Jam
1 Peneliti Utama 1 20 14.000
2 Peneliti Anggota 2 15 14.000
2 Pembantu
Peneliti/Teknisi
3 15 8.00
Jumlah Biaya
2. Bahan :
No. Nama Bahan Volume Biaya Sat
1 Komputer Server 2 set 25.0
2 PC 2 set 4.
3 Zip Drive 1 buah 1.0
4 Printer 1 buah 1.0
5 Kertas Printer 10 rim
6 Map Folder 20 buah
7 USB FlashDrive 512 MB 3
8 CD Blank 10
Jumlah Biaya
3. Perjalanan :
No. Kota/Tempat Tujuan Volume Biaya Sat
1 Perjalanan Ke Depsos & BKKBN (ke
daerah)
2 Konferensi 2 8.000.0
Jumlah Biaya
Page 21
4. Lain-lain Pengeluaran (Administrasi, Publikasi dan Operasional) :
No. Uraian Kegiatan Volume Biaya Sat
1 Fotokopi 5000 lb 100
2 Penggunaan Internet 400 jam 500
3 Data Entry 1 orang 1.000.0
4 Pembuatan Proposal 20 exp 30.00
Jumlah Biaya
5. Jumlah Anggaran Tahun I:
Jumlah (Rp) 124.980.000
Terbilang Seratus Dua Puluh Empat Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Ribu
Rupiah
Keterangan :
1. Dibuat untuk setiap tahun anggaran (tahun II dan III tidak perlu dirinci).
2. Gunakan lembar tambahan bila diperlukan.
Page 22
KEGIATAN
Bulan No. Kegiatan/ Penanggungjawab
2 3 4 5 6
1 Identifikasi Masalah/PU
2 Studi Literatur/PU
3 Pengumpulan Data/PA
4 Perancangan Modul/PU
5 Implementasi Modul/PA
6 Uji Coba Per Modul/PA
7 Integrasi Modul dan Uji Coba
Skala Kecil/PA
8 Integrasi dan Uji Coba terhadap
Real User/PU
9 Package Sistem/PA
10 Uji Coba & Finalisasi Package
Sistem/PA
Catatan :
PU = Peneliti Utama
PA = Peneliti Anggota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar