Cari Blog Ini

Selasa, 10 Mei 2011

manusia spesis baru, orang indigo

Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti
warna aura manusia dan memetakan artinya
untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia
menulis buku Understanding Your Life Through
Color. Penelitian lanjutan untuk
mengelompokkan pola dasar perangai manusia,
mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di
San Diego University.
Fenomena “Anak Indigo” belakangan ini menjadi
perhatian para ilmuwan di Rusia. Majalah Journal
Trust Rusia pada 8 Desember 2005 lalu
melaporkan, berdasarkan penjelasan beberapa
ilmuwan dari lembaga ilmu pengetahuan sosial
Rusia, diyakini bahwa di atas bumi saat ini telah
muncul suatu species “manusia baru” yang
disebutnya sebagai ”Anak Indigo”.
Para ilmuwan mengatakan mereka memiliki
kekuatan supernormal, dapat melihat fenomena
ganjil, dan dapat meramal peristiwa yang akan
terjadi. Ciri khas mereka adalah berinteligensi
tinggi, berintuisi tinggi, sangat sensitif dan lain-
lain. Dari gambar foto medan energi ditubuhnya
ditemukan, warna indigo tampak jelas sekali di
tubuh mereka, sehingga disebut “anak indigo”.
Atas hal ini, sejumlah besar ilmuwan masih
belum percaya.
Fenomena Baru anak indigo
Penelitian di Rusia menunjukan bahwa sekitar 95
persen anak-anak yang lahir sejak 1994
tergolong “anak indigo”. Hal itu bisa dibuktikan
melalui lingkaran cahaya biru di sekeliling tubuh
mereka.Fungsi organ dalam anak-anak ini juga
telah mengalami perubahan yakni sistem
kekebalan tubuh mereka lebih kuat beberapa kali
lipat dibanding orang pada umumnya, kebal
terhadap penyakit, bahkan dapat melawan
penyakit AIDS, dan DNA mereka juga tidak
sama.Para ilmuwan menduga, bahwa mungkin
dikarenakan variasi gen, ribuan warga di bumi
sudah bukan tergolong “manusia lama” lagi,
sebuah spesies manusia yang baru sedang lahir,
meskipun perkembangan proses ini lamban
namun diyakini benar-benar sedang muncul.
Ciri khas psikologis dan perilaku “anak Indigo” ini
sangat unik dan ganjil, sehingga dengan
demikian, mereka perlu pola pendidikan yang
baru. Tidak boleh mengabaikan permintaan
mereka, jika tidak, mungkin dapat
mengakibatkan inteligensi dan pikiran species
“ manusia baru” ini menjadi kacau. Mungkin
mereka membuka sebuah perintis zaman yang
baru, sesuatu yang masib belum kita ketahui.
Fenomena “anak indigo” ini banyak terjadi di
depan kita.
Ada beberapa kasus kemunculan “anak indigo”
di beberapa negara. Misalnya, di Latvia, ada
seorang gadis cilik yang cantik, ia suka
menceritakan pemandangan dalam
perjalanannya di tengah alam semesta pada
tengah malam. Saat ia berusia 5 tahun, ayahnya
dengan terheran-heran mendapati dirinya
mengetahui banyak pengetahuan tentang alam
semesta. Meskipun ia tidak begitu percaya
dengan ucapan anaknya, namun ketika ia
memperbaiki mobil tuanya, selalu mendapat
petunjuk dari gadis kecil itu. “Saya tidak tahu
bagaimana ia bisa mengetahuinya, tetapi ia selalu
tahu bagian yang tidak beres dengan mobilnya, ”
ujarnya.
Borische Tipikal “Anak Indigo”
Di sebuah daerah di Rusia, pada 1997 lahir
seorang bocah laki-laki yang tidak lazim. Saat
ibunya melahirkan dipagi hari yang cerah,
segalanya tampak sedikit ganjil. Ibunya
mengatakan, “Semuanya terjadi begitu cepat,
hingga saat saya belum merasakan sakit apapun,
Boriska sudah lahir. Ketika suster
memperlihatkan bayi itu kepada saya, bocah itu
justru menatap saya dengan tatapan seorang
ginekolog, namun, saya tahu bayi yang baru
lahir tidak mungkin memusatkan perhatian pada
hal apapun,” demikian pengakuan Nadezhda
Kipriyanovich, ibu Boriska.
Saat ibu itu membawa Borische pulang ke
rumah, diketahui anak ini semakin tidak seperti
biasanya. Ia hampir tidak pernah menangis juga
tidak pernah sakit, saat menginjak usia 8 bulan,
ia sudah bisa mengucapkan kata-kata secara
utuh, tidak ada kesalahan dalam hal pengucapan
maupun tata bahasa. Begitu juga dalam
memperlakukan mainan yang diberikan
ayahnya, ia juga bisa menggunakan prinsip
geometri dan secara tepat merakit kembali
mainannya.
Saat Boris menginjak usia 2 tahun, ia mulai
mencoret-coret beberapa benda dengan warna
biru dan lembayung. Psikolog yang mendeteksi
hasil corat-coretnya menyebutkan, mungkin ia
sedang mencoba melukis suatu lingkaran cahaya
yang ditebarkan manusia. Belum juga menginjak
usia 3 tahun, ia sudah bisa menjelaskan
sejumlah pengetahuan yang berhubungan
dengan fenomena alam semesta kepada orang
tuanya. Ibunya mengatakan, “Ia dapat
menyebutkan semua nama planet dalam sistem
tata surya, bahkan nama satelit buatan; bahkan
bisa menghitung nama dan jumlah galaksi.
Awalnya, saya merasa ini agak mengerikan,
saya berpikir apa anak saya bermasalah dengan
jiwanya. Namun, saya putuskan untuk
memeriksa sejenak apakah nama-nama yang
disebutkan itu benar atau tidak, dan setelah saya
menemukan sejumlah buku astronomi, ternyata
apa yang disebutkannya itu benar ”.
Sehubungan dengan kemampuannya itu,
Borische menjadi populer di kampung
halamannya. Orang-orang sangat penasaran,
bagaimana ia bisa mengetahui begitu banyak hal
tentang astronomi. Tidak lama kemudian,
Boriska kembali mulai menceritakan kejahatan
yang dilakukan manusia. Ia bisa menarik
seseorang yang berjalan di jalan raya, dan
memintanya agar berhenti dan menjauhi
narkotika, bahkan memberitahu pada laki-laki
dewasa yang hilir mudik, agar jangan
membohongi istri sendiri. Peramal cilik ini
bahkan mengingatkan orang-orang mengenai
bencana, wabah penyakit dan lain sebagainya
yang akan segera tiba di dunia manusia, tindakan
atau perilakunya yang ganjil ini membuat orang
tuanya semakin bingung.
“Kekuatan supranatural” atau Kelainan?
Ketika musim panas 2005 ini, para ilmuwan dari
lembaga penelitian radio dan magnetis bumi dari
akademi ilmu pengetahuan sosial Rusia berhasil
menangkap lingkaran cahaya di tubuh Boriska.
Professor Vladislav Lugovenko mengatakan, “Ia
memiliki spektrum energi yang berwarna biru
tua (indigo), ini berarti bahwa ia adalah seorang
yang bahagia dan berinteligensi tinggi.
Kemampuan otak manusia yang paling unik
adalah dapat menyimpan pengalaman, perasaan
dan pikiran manusia serta sejumlah informasi
alam semesta. Bahkan ada beberapa anak malah
dapat melukiskan tentang ruang alam semesta ”.
Menurutnya, setiap orang bisa mengadakan
hubungan atau kontak dengan cakrawala melalui
saluran rohani.
Professor mengatakan di bawah bantuan alat
khusus, tidak tertutup kemungkinan dapat
mendeteksi sejumlah kekuatan supranatural
manusia yang terpendam. Ilmuwan dari
berbagai negara di dunia saat ini sedang
melakukan penelitian secara luas, mencoba
menyingkap rahasia kekuatan supranatural anak-
anak. Ia menyatakan, “Jelas sekali Borris adalah
salah satu contoh tipikal “anak indigo”, ia
mengemban misi khusus yang mengubah
planet kita. Di China, India, Vietnam dan negara
lain di dunia pernah melihat bocah seperti ini.
Dan saya berani pastikan bahwa yang
menciptakan peradaban baru di masa yang akan
datang pastilah mereka. ”
Namun, banyak juga ilmuwan yang bersikukuh
dengan pendapat yang berbeda. Menurut dunia
ilmu kedokteran, anak-anak ini mungkin
menderita “gejala (penyakit) konsentrasi yang
tidak terpusat”. Psikolog menyarankan,
perbanyak mendengar suara anak-anak, supaya
mereka merasa dapat diterima oleh kita, dengan
demikian akan bisa secara efektif memecahkan
masalah “bocah biru” ini. Seorang penganut
mistisisme yang terkenal di Rusia, Drunwalo
Melhisedek juga bersikukuh menganggap,
bahwa kondisi seperti ini mungkin disebabkan
gen anak-anak sekarang mengalami mutasi,
sehingga menyebabkan reaksi khusus pada jiwa
dan inteligensi anak-anak. “Ini mungkin suatu
pancaran berbentuk gelombang yang terpancar
dari tubuh kita sendiri, atau mungkin juga efek
dari medan magnet bumi kita, jadi setiap orang
bisa saja menjadi “Anak Indigo”!demikian
ujarnya.
Anak-anak itu sebenarnya punya mekanisme
pertahanannya sendiri. Ditanah air Annisa,
misalnya. Gadis kecil berusia 4,5 tahun ini tiba-
tiba berbicara dalam bahasa Inggris beraksen
Amerika begitu ia bisa bicara pada usia 2,5
tahun. Padahal orang tuanya tidak berbahasa
Inggris dengan baik. Meski tampak
menggemaskan, dalam banyak hal ia berbicara
dan bersikap seperti orang dewasa, bahkan
menyebut dirinya ”orang Amerika” karena
”datang dari Amerika”. Nisa menyebut ibunya,
Yenny bukan dengan panggilan mama.
Kemampuan melihat dan mendengar Nisa
sangat tajam pada pukul 23.00 sampai dini hari.
Tetapi kalau secara sengaja diminta
memperlihatkan kemampuannya, ia akan
menolak dengan tidak memperlihatkan
kemampuan itu sehingga ia tampak seperti anak-
anak lainnya, ” ujar Yenny. Kata sang ibu, Nisa
tidak mudah bersalaman dengan orang. Ia
seperti tahu orang yang suka pergi kedukun atau
memakai jimat. Namun sebagai anak-anak Nisa
juga suka menyanyi dan bermain.
Jenis dan kemampuan anak indigo bermacam-
macam. Meski memiliki kepekaan yang kuat,
kepekaan mendengar dan melihat sesuatu yang
tidak didengar dan dilihat orang kebanyakan,
berbeda-beda gradasinya.
Mungkin Cita (9) termasuk anak itu. Ini hanya
salah satu kemampuan ”melihat” milik anak yang
selalu mendapat rangking di sekolah itu. Cita tahu
kapan hujan akan turun hari itu dan sebaliknya,
meskipun mendung sudah menggantung. ”Ia
menjadi teman dan penasihat kami, bapak-
ibunya. Disekolah, di keluarga besar kami, terasa
ia menebarkan aura kedamaian dan kebahagiaan.
Anak itu sangat tenang dan pemaaf, ” ujar
ibunya, Ny Dita.
Apa itu indigo ?
ISTILAH indigo berasal dari bahasa Spanyol yang
berarti nila. “Warna ini merupakan kombinasi
warna biru dengan ungu,” kata Dr Tb Erwin
Kusuma, SpKJ, psikiater anak dengan
pendalaman di bidang kesehatan mental spiritual,
kepada GATRA.
Dikatakan indigo apabila punya inderakeenam,
IQ-nya di atas rata-rata, dan bijaksana.Tinggal
memoleskan saja. Dan, itulahyang kini tengah
getol dilakukan diBarat. Hingga, sekolah untuk
anak indigosudah banyak bertebaran.Di
Indonesia? Itulah yang tengah dipikirkan oleh
mereka yang sangat peduli pada indigo,
termasuk Dr Erwin. Jumlah anak indigo di
Indonesia mungkin belum mencapai ratusan.
Tapi, dari sedikit itu, jika mendapat bimbingan
yang sempurna, diharapkan mereka kelak
menjadi pemimpinmasa depan yang arif
bijaksana, humoris, dan cinta damai.
Ciri-ciri Anak Indigo
MENURUT Erwin, anak indigo bisa ditandai
cerdas dan kreatif. Dalam kondisi sudah
melewati biru. Hanya saja, saat ia lahir,
jasmaninya kecil,tidak sematang mental dan
spiritualnya. Ciri-ciri lain yang mudah dikenali
adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak
indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang
belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat
makhluk atau materi-materi halus yang tidak
tertangkap oleh indra penglihatan biasa.
“ Kemampuan spiritual semacam itu masuk
dalam wilayah ESP (extra-sensoryperception)
alias indra keenam, ” kataErwin. Menurutnya,
kemampuan ESP bisa menjelajah ruang dan
waktu.
Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat,
pada saat bersamaan, ia tahu apa yang terjadi di
lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan
menjelajah ruang. Ketika dia bicara sekarang,
tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di
masa mendatang, ini yang disebut menjelajah
waktu. Anak indigo biasanya banyak bertanya
dan orangtuanya akan kewalahan menjawab.
Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus
begitu. Dia akan merasa heran untuk beberapa
hal, yang dirasa tak masuk akal. “Kenapa harus
sekolah berjam-jam? ”Jika orangtua tak mengerti
bahwa anaknya indigo, umumnya si anak
cenderung memberontak, agresif, dan nakal. Tak
sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak
orangtuanya. Jika orangtua masih otoriter
membatasi aktivitas spiritual anak indigo, sianak
pasti akan berontak. Karena itu, para orangtua
mesti menjawab imperesi-imperesi yang
dikemukakan si anak.
Definisi “anak indigo”, dikutip dari sebuah buku
“Indigo Child” yang ditulis bersama Lee Carrol
dan Jan Tober. Dalam buku tersebut, ia
menggunakan kata “indigo” untuk melukiskan
semua anak-anak baru yang memasuki bumi.
Tetapi, indigomenampakkan suatu sifat
psikologis yang serba baru dan lain dari yang
lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat
berbeda dengan sebagaian besar ketakjuban
seperti sebelumnya. Mereka mempunyai
keunikan yang sama, sehingga orang-orang
yang saling berinteraksi dengan mereka perlu
mengubah sikap dan menyesuaikan pola
pendidikan anak-anak ini.
Berikut ini adalah 10 besar ciri khas “bocah
Indigo” menurut Magnum dalam tulisan
blognya :
1. Mereka mempunyai bau keturunan raja sejak
lahir, dan kerap memanifestasikannya
2. Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya
semestinya”, dan akan merasasangat ganjl bila
melihat orang lain tidak berpikir demikian
3. “Harga diri” bukan soal, mereka kerap
memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”
4. Mereka tidak akan melakukan hal yang
spesifik, misalnya berbaris berurutan adalah
suatu hal yang sulit bagi mereka
5. Terhadap hal yang kaku dan tidak
memerlukan kreatifitas, ia merasa tidak terbiasa
6. Baik di rumah atau sekolah, biasanya mereka
dapat menemukan cara kerja yang lebih baik,
sehingga mereka dianggap sebagai perusak tata
tertib yang sudah berjalan
7. Biasanya mereka introvek (menyembunyikan
perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini
yang dapat memahami mereka
8. Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan
pribadi
9. Kemampuan “mata batin” mereka secara
umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui
permainan orang dewasa
10. Mudah hanyut dalam kecanduan dan
kebiasaan jelek lainnya.
Dalam The Care and Feeding of Indigo Children,
Jan Tobler menyebutkan sedikitnya 10 ciri anak
indigo.
1. Non-kompromisits terhadap sistem yang
berlaku. Seringkali mereka menemukan cara-
cara yang lebih tepat
2. Suka menyendiri. Kadang sulit untuk
bersosialisasi
3. Datang ke dunia dengan perasaan ingin
berbagi
5. Memahami betul hak eksistensi dirinya di
dunia ini. Mereka justru heran jika ada yang
menolaknya
6. Merasa dirinya bukanlah yang utama.
7. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan
8. Sulit menunggu giliran
9. Tidak menyukai hal-hal ritual. Atau hal-hal
yang tidak memerlukan pemikiran kreatif
10. Tidak merespons aturan-aturan yang kaku
(misalnya: tunggu sampai ayah pulang)
11. Tidak malu untuk meminta apa yang
dibutuhkannya.
Selain itu, dalam buku The Indigo Children,
Doreen Virtue, Ph.D, menyebutkan pula
beberapa karakteristik untuk mengidentifikasi
anak-anak berbakat khusus itu, yaitu: Sangat
sensitif.
1. Energinya sangat berlebihan.
2. Mudah bosan.
3. Perlu orang dengan kondisi emosi yang lebih
stabil dan nyaman untuk berada di sekelilingnya.
4. Mempunyai pilihan sendiri untuk belajar,
terutama untuk membaca dan matematika.
5. Mudah frustrasi. Sebab, umumnya mereka
mempunyai banyak ide, namun kurang sumber
daya atau orang-orang yang dapat membantu
mereka.
6. Belajar lewat cara eksplorasi.
7. Tidak bisa diam kecuali mereka menyatu
dalam sesuatu hal yang sesuai dengan
minatnya.
8. Mempunyai ketakutan seperti kehilangan atau
ditinggal meninggal oleh orang yang dicintainya.
9. Jika pengalaman pertamanya mengalami
kegagalan, mereka mungkin akan menyerah dan
membuat blok pembelajaran secara permanen.
Mengapa terjadi anak indigo ?
Banyak teori yang membahas masalah ini. Yang
perlu diamati sesungguhnya apa yang terjadi
pada anak indigo ini, seperti kemampuan indra
keenam/sixth sense. Kemampuan ini sebenarnya
bisa dipelajari dan dikuasai oleh orang awam
atau orang bukan indigo, jadi tidak semata-mata
karunia Tuhan. Getaran bumi yang sedemikian
kuat membawa banyak perubahan. Salah
satunya adalah makin banyaknya terlahir anak
berjiwa matang (old soul) yang memiliki bakat
khusus. Bagaimana mendidik agar mereka tidak
merasa tertekan dan aneh karena berbeda
dengan teman-temannya? Gejala alam rupanya
tidak sedikit mempengaruhi hal-hal lain. Waktu
yang berjalan demikian cepat menjadi satu
indikasi perubahan yang terjadi di bumi.
Selain itu, munculnya anak-anak berbakat
dengan jiwa tua atau old soul, juga menjadi
tanda perubahan bumi yang begitu cepat. Akhir-
akhir ini kita sering disentakkan oleh begitu
banyaknya anak yang memiliki pola pikir
berbeda dengan anak seusianya. Daya nalar
mereka cenderung dewasa, padahal usianya
belum mencapai belasan. Kali lain kita dikejutkan
oleh anak-anak yang memiliki indra keenam luar
biasa tajam, sehingga si anak sampai merasa
dirinya tidak normal karena tidak sama dengan
teman-temannya. Fenomena lahirnya anak-anak
berkemampuan lebih ini sebenarnya sudah sejak
lama ada. Sebastian Bach dan Albert Einstein bisa
dikategorikan sebagai anak indigo. Musik yang
diciptakan Bach disebut sebagai tipe musik anak
indigo. Ia menciptakan musik sambil melamun,
sama seperti Einstein yang mendapat rumus
saat sedang bengong.
Keberadaan anak-anak berbakat ini memang
baru disadari sejak tahun 1990-an. Para ahli
menyebut mereka indigo. Munculnya anak
indigo, menurut Tom, tak lepas dari pengaruh
perubahan getaran bumi. Pada tahun 1970
sampai 1980-an, resonansi bumi sekitar 7,83 Hz.
Di tahun 2000 menjadi 8,5-9 Hz, sedangkan di
tahun 2004 sudah mencapai 13,5 Hz. Secara
metafisik, getaran bumi yang semakin cepat
akan menimbulkan satu fase, yang
menyebabkan terjadinya kenaikan tingkat ke
dimensi yang lebih tinggi.
Secara teoretis, getaran bumi yang semakin
cepat akan membuat bumi semakin panas dan
suhu ikut meningkat. Kenaikan ini juga
mengakibatkan perubahan yang cukup
signifikan, sehingga membutuhkan orang
tertentu untuk menyeimbangkannya. Kelahiran
anak-anak berbakat inilah yang akan membantu
getaran bumi berjalan lebih smooth, lebih
muLus. Kelahiran mereka ditujukan untuk
mengubah tatanan dunia supaya menjadi lebih
nyaman. Anak indigo datang ke dunia dengan
berbagai misi. Cara yang diambil pun beraneka
ragam. Bisa lewat kesenian, pendidikan, ilmu
pengetahuan, olahraga, ”Semua itu tergantung
misi mereka,? katanya. Anak indigo kebanyakan
merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah.
Karena bertugas meluruskan ketidakbenaran itu,
mereka umumnya lahir dengan tipe
Opini Psikolog
Psikolog dari Universitas PadjadjaranBandung,
Dra Sawitri Supardi Sadarjoen, menyarankan
kepada orang tua untuk “menormalkan” anak-
anak ini.Sawitri justru menyarankan untuk
“ menumpulkan”kemampuan si anak. Caranya?
Dengan memberi pengertian bahwa apa yang
diketahui si anak itu semata-mata faktor
kebetulan karena si anak akan tersiksa dengan
kelebihan yang dimilikinya. Sawitri beralasan
bahwa kemampuan itu akan membuat anak
menjadi tidak realistis dan malas. Tapi biasanya,
kelebihan anak indigo bisa menjelajah ruang dan
waktu. Menurut Soewardi, keajaiban anak indigo
terjadi karena ada kesalahan dalam kinerja
otaknya. Atau dengan kata lain, sistem kerja
otaknya terganggu.
Psikiater anak dan remaja, Dr Tb Erwin Kusuma
Sp.KJ(K), memastikan tidak ada yang salah
dengan anak indigo. Menurut dia, anak indigo itu
normal. ”Mereka cuma berbeda saja”,terangnya.
Sebelum memulai praktik kedokterannya di Klinik
Pro-V di Jalan Letjen Soeprapto 60, Jakarta Pusat,
Erwin memaparkan apa itu anak indigo serta apa
yang membedakan mereka. Menyikapi terhadap
pandangan bahwa anak indigo harus
ditumpulkan kemampuannya Erwin berpendapat
tidak setuju dengan pandangan itu. ”Tidak betul
itu. Anak indigo itu normal cuma beda saja.
Tidak saya rekomendasikan ”. Tuturnya. Menurut
dr Tubagus Erwin Kusuma SpKj, anak-anak
seperti itu semakin muncul di mana-mana
didunia, melewati batas budaya, agama, suku,
etnis, kelompok, dan batas apa pun yang dibuat
manusia untuk alasan-alasan tertentu.Fenomena
itu menarik perhatian banyak pihak, karena
dalam paradigma psikologi manusia, anak-anak
itu dianggap ”aneh”. Pandangan ini muncul
karena selama ini kemanusiaan telanjur dianggap
sebagai hal yang statis, tak pernah berubah.
” Padahal, semua ciptaan Tuhan selalu berubah,”
ujar dr Erwin.
Sebagai hukum, masyarakat cenderung
memahami evolusi tapi hanya untuk yang
berkaitan dengan masa lalu. ”Fenomena
munculnya anak-anak dengan kemampuan
seperti itu merupakan bagian dari evolusi
kesadaran baru manusia, yang secara perlahan
muncul di bumi, terutama sejak awal milenium
spiritual sekitar tahun 2000 yang disebut Masa
Baru, The New Age, atau The Aquarian
Age.Semua ini merupakan wujud kebesaran
Allah, ” tegasErwin.Fisik anak-anak indigo sama
dengan anak-anak lainnya, tetapi batinnya tua
(old soul) sehingga tak jarang memperlihatkan
sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Sering
kali ia tak mau diperlakukan seperti anak kecildan
tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur
yang ada. Kebanyakan anak indigo juga memiliki
indra keenam yang lebih kuat dibanding orang
biasa. Kecerdasannya di atas rata-rata.
Menurut Lanny Kuswandi, fasilitator program
relaksasi di Klinik Prorevital, mengutip dr Erwin,
” Ada tipe humanis, tipe konseptual, tipe artis,
dan tipe interdimensional. Pendekatan terhadap
mereka juga berbeda-beda, ” sambungnya.
Namun karena dianggap ”aneh”, tak jarang
diagnosisnya keliru dan penanganannya lebih
bersandar pada obat-obatan. ”Ada anak indigo
yang dianggap autis, ADHD (Attention-Deficit
Hyperatictve Disorder) maupun ADD (Attention
Deficit Disorder). Padahal tanda-tandanya
berbeda, ” sambung Erwin. Kekeliruan semacam
ini juga terjadi di AS, karena banyak ahli
menganggap anak-anak itu menderita
” gangguan” yang harus dihilangkan.
Salah Kaprah Anak Indigo
Belum pahamnya masyarakat tentang anak
indigo menjadi penyebab belum banyaknya
terungkap anak indigo. Sebagian kalangan medis
menyatakan bahwa anak indigo mengalami
kerusakan pada bagian otaknya. Namun Erwin
menegaskan bahwa indigo bukan penyakit.
Badan Kesehatan Dunia (WHO), kata dia, bahkan
tidak mencantumkan indigo dalam international
classification of diseases. Lantaran indigo bukan
penyakit tak perlu dilakukan terapi untuk
menyembuhkan anak indigo. ”Yang dibutuhkan
adalah pembinaan untuk anak, orang tua, guru
supaya mengerti cara menangani anak indigo ”,
terangnya lagi.Saat ini, lanjut Erwin, Depdiknas
misalnya tengah membuat panduan bagi guru
reguler tentang bagaimana menghadapi anak
indigo. Buku panduan itu juga berlaku bagi para
guru home-schooling. Sejumlah anak indigo
enggan bersekolah di sekolah biasa. ”Program ini
direncanakan dibuat dalam jangka panjang.
Nantinya akan ada sekolah khusus anak indigo.
Tujuannya sebagai tempat bagi guru dari luar
daerah untuk memahami seperti apa anak indigo
itu ”, terangnya lagi.
Peran orangtua
Erwin menekankan perlunya para orangtua yang
anaknya indigo untuk bersatu. Paling tidak,
mereka bisa melakukan sharing soal jurus
terbaik menangani anak-anak indigo. Di Jakarta
sendiri ada indigo sharing club. ”Penanganan
yang benar terhitung penting demi
perkembangan anak ”, papar Erwin yang
mengungkapkan soal adanya kasus-kasus anak
indigo yang frustasi lantaran mereka gagal
beradaptasi dengan lingkungan. Menurut Erwin,
anak indigo yang lahir di tengah keluarga yang
mengerti kondisinya justru akan banyak berguna
buat orang lain. Seperti membantu
menyembuhkan penyakit lewat tenaganya. Inilah
yang dilakukan Bagus Torasanto. Belum lama,
cerita Bagus kepada Republika, ia mengobati
seorang kawan ibunya yang diduga tengah
didera masalah psikis. Entah mengapa, inspirasi
pengobatan selalu datang usai shalat. Anehnya
lagi, tangan Bagus seolah bergerak sendiri
memegang kepala teman ibunya itu.
Sekonyong-konyong rasa nyeri dari kepala itu
pun hilang.
Sumber :
Republika, Minggu 27 Januari 2008,
http://www.indoforum.org/; Magnum
http://www.indoforum.org/; Alex
Sriwijaya Post, Minggu 24 april 2005
www.liputan6.com
Catatan Si Boy HTML Document

Tidak ada komentar:

Posting Komentar