Cari Blog Ini

Senin, 26 April 2010

Gema perlawanan

Gema perlawanan rakyat buol terhadap tindakan sewenang-wenang penguasa kepada rakyat



Jikalau negeri ini dapat berkata dan berteriak "maka ia akan berkata betapa berat beban ini,.,??
Begitu banyak persoalan yang terjadi di negari ini, seakan-akan ada sebuah rekayasa dan skenario besar dibalik semua ini,..
Kita lihat saja yang terjadi 3 tahun kebelakangan baik kebijakan ekonomi maupun politik yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, yang antara lain pendidikan gratis, kesehatan gratis dan ktp gratis dimana pada penjelasan kami di selebaran sebelumnya menjelaskan tentang ketidak berpihaknya program tersebut,..
Belum lagi dalam bidang ekonomi yang hampir seluruh sektor ekonomi rakyat dimonopoli oleh kelompok-kelompok pengusaqa saat ini, seperti proyek pengadaan mulai dari pakaian dinas pegawai, pakaian sehari-hari sampai dengan pengadaan kancing baju, malahan sampai pada pengadaan tomat dan rica sehingga ekonomi rakyat kecil diambil alih oleh kelompok pengusaha,..
Kemudian terjadinya penggusuran tanah rakyat yang sampai saat ini belum juga ada ganti rugi akibat pelebaran jalan sepanjang kab. Buol, padahal sangat jelas dikatakan dalam undang-undang no 38 tahun 2008 pasal 16 ayat 1 dan pasal 58 ayat 3 tentang ganti rugi tanah,..
kemudian menyangkut air bersih lagi lampu yang juga sampai saat ini masih tetap macet dan tidak berjalan sesuai janji-janji pemerintah,..
belum lagi lampu yang juga sampai saat ini tidak direalisasikan sesuai dengan janji dan kebijakan yang di ucapkan pada waktu kampanye pencalonan bupati dan wakil bupati,..
Belum lagi janji yang perna disampaikan terhadap masyrakat pesisir seperti pembangunan penanggulangan abrasi pantai yang juga sampai saat ini belum terrealisasi sehingga menyebabkan masyrakat harus meninggalkan rumahnya sendiri demi keselamatan, bahkan rela untuk menumpang dirumah tetangga,.

Yang lebih tragis lagi rakyat yang berada dipesisir dijanjikan untuk dipindahkan di BVUOYONG kel.buol dan sampai saat ini belum juga direalisasikan oleh pemerintah padahal mereka yang dijanjikan dengan telah susah payah membersikan tempat tersebut namun itu semua belum terlaksana,..
Tak hanya itu jalan poros kumaligo-air terang (Km 16-25) adalah milik pengusaha dinegeri ini dengan luas 1000 Ha. Yang menghabiskan dana sekitar Rp 13 milyar masih juga dikerjakan oleh kroni-kroninya padahal semua itu bukanlah prioritas karena masih banyak jalan-jalan kantong produksi yang harus menjadi tanggung jawab pemerintah demi majunya pembangunan dinegeri ini..
Semua sudah sangat jelas bahwa penguasa saat ini hanya mendahulukan kepentingan pribadi dan golongan tampa memperdulikan nasib rakyatnya yang semakin hari semakin melarat,..
Apakah penderitaan ini akan selamanya kita diamkan..??
Tentu tidak, karena itu baik pedagang, para ojek , sopir, buruh, petani, nelayan dan semua elemen masyrakat pelaku ekonomi yang menjadi korban kebijakan pemerintah agar bersatu dan bersama-sama dengan kami untuk menyatakan sikap tegas terhadap pemerintah yang secara sadar dan telah dengan sengaja memperbudak, menindas serta menjual harga diri rakyat buol demi perpanjangan nafsu dimasa yang akan datang...

"CUKUP SUDAH PENDERITAAN KITA, SAATNYA MELAKUKAN GERAK PERUBAHAN MENUJU BUOL YANG BENAR-BENAR BERKAH."

bersumber dari : aliansi rakyat buol bersatu, forbes, PPMIB palu, Eskot LMND buol, SRMI buol, DOPALAK, BEM Stisip buol, FTB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar