Cari Blog Ini

Minggu, 26 Agustus 2012

AKU INGIN MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik. Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…” Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang. Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah. Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta. Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur. Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini. Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini. ”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah. ”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku. Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita. Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku. Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas. ”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu. Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu. Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu. Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis. ”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang. Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya? Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai? Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya. Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu. Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya. Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Lewat kata yang tak sempat disampaikan Awan kepada air yang menjadikannya tiada Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu. * For vieny, welcome to your husband’s heart. *dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Rabu, 23 November 2011

Perbedaan Kawin dan Nikah

Perbedaan Kawin dan
Nikah
Apakah anda paham mengenai kawin dan
nikah ??, jika ia kira-kira apa menurut anda
artinya tersebut ??
Menurut saya sendiri kawin adalah
hubungan badan yang dilakukan oleh
seseorang baik itu yang sudah menikah
atau belum. Alasannya kata kawin biasanya
digunakan pada hewan dan tidak pernah
manusia menyebutkan bahwa hewan
menikah, benar ata salah ??Sedangkan
Nikah adalah upacara yang dilakukan untuk
menyatukan dua manusia yang berbeda
jenis kelamin (karena pernikahan sesama
jenis asih tabu dan dianggap tidak layak dan
hina).Tapi, oang-orang menyamakan
pandagan tersebut antara kawin dan nikah
mereka samakan, hanya 99,9% saja yang
mengaggapnya benar; mungkin juga ada
menggangapnya sama.Pada saat ini,
kebanyakan anak-anak muda telah
melakukan perkawinan sebelum melakukan
pernikahaan dan hal ini menunjukan bahwa
makin lunturnya adat istiadat Timur,
mereka rela mengorbankan kesuciannya
yang mana mereka anggap bahwa pacar
mereka sebenarnya mencintai mereka dan
berharap tidak meninggalkan mereka.Jika
mereka telah mencobanya mereka akan
ketagihan dan terus-menerus ingin
melakukannya. Dalam ajaran agama apa
pun berhubunggan badan sebelum
menikah di nyatakan jinah. Tapi
kenyataanya mereka tidak mendalami arti
acaran tersebut. Kesucian adalah kado
terindah untuk pasangan, laki-laki maupun
wanita harus berusaha menjaga kesucian
tersebut.

sumber: Emiantonius blog

Kamis, 03 November 2011

INI BUKTI BOBROKNYA BUOL DIBAWAH PIMPINAN AMRAN BATALIPU

INI BUKTI BOBROKNYA
BUOL DIBAWAH
KEPEMIMPINAN AMRAN
BATALIPU
A. Temuan BPK Tanggal 28 Mei 2009
terdapat indikasi penyelewengan
keuangan daerah dari alokasi APBD Tahun
Anggaran 2008 senilai Rp.
7.424.577.037,17. (Realisasinya
bermasalah). Untuk kebutuhan BBM.
B. Temuan BPK Tanggal 22 Juni 2009
terindikasi bermasalah (Discalimer
Opinion) senilai Rp. 48,37 M.
C. Pernyataan dan penyampaian Ketua BPK
Provinsi Bapak Dadang Gunawan di
gedung BPU pada Tanggal 7 Oktober 2009
yang dihadiri oleh ribuan massa PNS,
Kades-Kades, Pejabat Daerah dan Tokoh-
Tokoh Masyarakat adalah sebagai berikut :
- Dari 597 kasus hukum masih tersisa 73
kasus dan kini 4 kasus masih menyisahkan
kerugian Keuangan Daerah sebesar Rp.
8.016.330.095,82.
- Sejak Tahun 2007-2009 (Pemerintahan
AMRAN BATALIPU) masih terdapat
realisasi anggaran yang belum di
pertanggung jawabkan.
- Biaya Oprasional PKK (Yang di Ketuai
Istri Bupati) yang bukan Satuan Kerja
Perangkat Daerah memperoleh Alokasi
Anggaran APBD yang tidak di bolehkan
sesuai ketentuan Perundang-Undangan
yang berlaku yang dalam APBD 2008 tidak
kurang senilai Rp. 1,145 M yakni Belanja
Bantuan Sosial Ormas PKK Rp.
845.000.000 pembelian Mobil PKK (DN 121
F) Fortune –RP. 300 Juta.
- Pungutan Pendapatan Retribusi Galian C
sangat sarat dengan penggelapan dari
Pemungut sampai dengan Bendahara.
- Pengeluaran anggaran pada dinas dan
badan/SKPD sebesar Rp. 12 M yang sampai
saat ini belum dipertanggung jawabkan.
- Terdapatnya pemotongan Pajak
Langsung sebelum masuk dalam Rekening
Kas Daerah dan hal ini bertentangan
dengan asas Bruto yang dibuktikan dengan
Kasus Pajak senilai Rp. 8.04 M yang
sedang dalam persidangan Pengadilan
Negeri Buol.
- Dana bergulir ratusan juta terindukasi
sarat penggelapan yang ada dalam
penguasaan Kepala BPM buol yang
kebetulan adalah Istri Bupati Buol.
- Ditemukannya SKPD yang memiliki
rekening sendiri dan melakukan
pengelolaan dari rekening itu dan ini baru
temuan BPK sampai dengan Tahun
Anggaran 2008 dan belum termasuk
2009-2010.
D. Adanya masalah dan tuntutan-tuntutan
rakyat dan PNS/Guru antara lain :
1. Masalah Upah Minimum Kabupaten
(UMK) dan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
yang belum direalisasikan – berikut soal
Plasma yang tidak jelas realiasasinya.
2. Pemberian Izin Perkebunan pada PT.
AGRO ENERPIA seluas 6000 Ha yang dapat
menimbulkan dampak lingkungan, berupa
banjir yang menjangkau penduduk yang
berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS)
termasuk sungai Buol.
3. Masalah pelebaran Jalan di Kelurahan
Leok I dan Leok II yang terindikasi
sebagai perbuatan pengrusakan,
perampasan hak-hak tanah rakyat dan
tanpa ganti rugi yang bertentangan
dengan amanat UU No 5 Tahun 1960
tentang Agraria Pasal 18, UU No 38 Tahun
2004 Pasal 58 bahwa untuk kepentingan
umum serta kepentingan bersama dari
rakyat hak-hak atas tanah dapat dicabut
dengan memberikan ganti rugi yang layak
dan perbuatan ini dalam UU No 31 Tahun
1999 JO UU No 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Pasal 12 Ayat H sebagai perbuatan korupsi.
Dan penggusuran ini juga terjadi dari Kel.
Kampung Bugis sampai dengan Kec.
Paleleh yang telah merugikan hak-hak
tanah rakyat bernilai ratusan juta bahkan
milyaran rupiah.
4. Masalah-masalah Uang Kesra PNS tidak
kurang 5 M, masalah kekurangan gaji PNS
tidak kurang 3 M, masalah Sertifikasi Guru
juga tidak kurang 5 M, masalah Dana Lauk
Pauk yang baru mulai dibayar tapi lebih
bersifat malu-malu alias belum terlihat
keseriusan Pemda untuk membayar
secara tuntas, dana bantuan Provinsi untuk
Kades Rp. 5 juta X 100 Desa = Rp. 500 juta,
hak-hak Pegawai Sar’i PKK, Aparat Desa
dan lain-lain yang belum dapat teratasi
pembayaran semua hak-hak mereka.
5. Masalah PLN yang lebih parah
kondisinya dengan masa pemerintahan
daerah pembantu/penghubung KDH Buol
Toli-Toli demikian halnya masalah Air
Minum yang sangat sulit diperoleh.
6. Masalah Krisis Ekonomi yang
mengunjang sendi-sendi ekonomi rakyat
yang berujung pada INFLASI atau
peredaran barang lebih banyak dari pada
uang yang akibatnya para penjual
kangkung, penjual rica, tomat dan hasil-
hasil bumi menjadi tak berdaya, para
pedagang kain dan 9 bahan pokok sampai
dengan distributor ikut berteriak akibat
sulitnya perputaran uang dan begitu
banyak masalah-masalah krusial yang
masih melilit nasib rakyat di negeri ini.
2. INDIKASI KOLUSI
Dibuktikan dengan para kontraktor selama
pemerintahan Amran itu-itu saja diman
proyek-proyek Daerah sudah dibagi habis
sebelum ditender bahkan dibuktikan
dengan proyek-proyek yang belum
ditender sudah dikerjakan.seperti, proyek
air minum Leok Buol (Asahan) senilai Rp. 3
M penimbunan lokasi kantor Bupati senilai
Rp. 2 M. Pembangunan Talud Kantor Bupati
senilai Rp. 3 M. Pemeliharan di Desa
Matinan senilai Rp. 600 Juta. Pemeliharaan
periodik jalan ruas rumah dan Air terang
(jalan menuju kebun Amran Batalipu) tahap
ke II Rp. 6.824.564.000 dan beberapa
pembuatan gedung Kantor senilai
Rp,2.113.344.429. dan lain-lain. Proyek-
proyek pembangunan Daerah APBD 2010
(sesuai pengumuman lelang No:
600/002 : / PPBU / 2 Maret 2010) dan hal ini
bertentangan dengan Kepres 80 Thn 2003
JO PERPRES No.95 Tahun 2007 perubahan
ke 7 tentang pedoman pelaksanaan
barang dan jasa pemerintah.
3. INDIKASI NEPOTISME
Semua mata dan hati kita melihat dan
mengkui fakta ini bahwa benar
pemerintahan ini bukan berpihak pada
kepentigan Daerah terhadap sumber daya
manusia yang mampu, bukan
menempatkan orang sesuai dengan
kemampuanya, tapi menempatkan orang-
orang dekat Amran pada jabatan-jabatan
Strategis Daerah dimana pejabat-pejabat
Daerah dengan kualitas SDMnya yang
masih di ragukan telah menempati dan
menggeser orang-orang yang berkualitas
dan berpengalaman dan berdirilah Dinasti-
Dinasti Marga dan Kroni-kroninya dengan
Fakta-fakta sebagai berikut :
1. BUPATI BUOL : AMRAN “BATALIPU”
2. SEKDA : MAHMUD “BACULU”
3. KETUA DPRD : ABDULLAH “BATALIPU”
4. KEPALA BPM : LUSIANA “BACULU”
5. KADIS PPKAD : AGUSSALIM “BATALIPU”
6. KADIS NAKERTRANS : ANWAR
“BACULU”
7. KEPALA BKD : NURSEHA “BATALIPU”
8. CAMAT LAKEA : HASANUDIN “BACULU”
9. KADIS KESEHATAN : AHMAD
“BATALIPU”
10. KEPALA BINA MARGA P.U :
SUPRATMAN “BACULU”
11. KADIS PERTAMBANGAN DAN ENERGI :
AHMAD “BATALIPU”
12. ANGGOTA KPU : ZAINUDIN “BACULU”
13. KADIS TATA KOTA : SAMSUHONG
“BATALIPU”
14. KADIS DIKPORA : ABDILLAH BANDUNG
15. KEPALA INSPEKTORAT : JUFRI MANTO
16. BENDAHARA P.U : HAERULLAH
BANDUNG
17. SEKERTARIS DINAS PERIKANAN :
KHAYAT
18. BAGIAN KEUANGAN DAERAH : CICA
BATALIPU
Bahkan Kepala SDN 17 Leok II AGUS
BACULU yang masih Golongan II/a
membawahi Gol IV yang sangat
mengelikan Etika Birokrasi, dan masih
banyak lagi yang tidak dapat kami uraikan
tapi cukup hal ini menjadi fakta kebenaran
terhadap indikasi Nepotisme di Kab.Buol
dan tidak seindah yang dikabarkan lewat
iklan disurat kabar

sumber : website kabupaten buol

Rabu, 26 Oktober 2011

Dokumentasi touring ke-yamaha toliz club

Ini foto-foto waktu touring toli-toli tanggal 03 maret 2011





ini waktu mandi2 di batu botak. ... Pe dingin airx..
















Senin, 24 Oktober 2011

Bank dunia kucurkan dana 150 miliar buat kab.buol



Setelah menunggu hampir tiga tahun,
akhirnya Bank Dunia merealisasikan bantuannya
ke kabupaten Buol. Bantuan senilai Rp150 miliar
itu, dalam bentuk pembiayaan tiga paket kegiatan
yaitu, paket pembangunan jalan Lakuan-Buol
dengan target panjang 16,1 kilometer,
pembangunan jembatan dengan panjang
bentang 220 meter dan pembangunan jembatan
Negeri Lama Buol dengan panjang bentang 165
meter.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah Provinsi
Sulawesi Tengah Ir H Moch Noer Mallo M.Si
mengemukakan, kegiatan ini sebenarnya sudah
berlangsung lama sejak 2007 bahkan telah
beberapa kali dipresentasikan baik di Palu maupun
di Jakarta. Namun dipengujung 2009, Bank Dunia
baru merealisasikan proyek tersebut setelah
semua kendala teknis yang mengganjal bisa
diselesaikan dengan baik. Noer Mallo mengatakan,
beberapa waktu lalu Bank Dunia telah
menerbitkan NOL-nya yang menandai
persetujuan lelang proyek ratusan miliar di
kabupaten Buol. Sayangnya persetujuan Bank
Dunia tersebut masih menyertakan sejumlah
catatan-catatan penting yang harus
dirampungkan. ‘’Alhamdulilah kurang dari satu
bulan klarifikasi dan penjelasan yang diminta Bank
Dunia tersebut bisa dipenuhi. Besok (hari ini)
lelangnya sudah digelar,’’ katanya.
Masih menurut Noer Mallo, paket ESH-01 the
eastern Indonesia national road development
project (EINRP) yang dibiayai atas bantuan
pemerintah Australia itu, adalah buah dari
perjuangan panjang selama tiga tahun.
Panjangnya waktu yang dibutuhkan tersebut
disebabkan syarat Bank Dunia yang sangat ketat.
Misalnya soal dukungan pembebasan lahan, pihak
Bank Dunia tidak mau percaya begitu saja tanda
tangan warga yang menyerahkan tanahnya
untuk pembangunan jalan. Pihak Bank Dunia kata
Noer Mallo, menurunkan sendiri orang-orangnya
untuk mengecek langsung apakah warga benar-
benar menyerahkan tanahnya secara ikhlas atau
rekayasa.
Di tempat yang sama Sekretaris PU Sulteng, Ir H
Iskandar Nongtji MM, mengemukakan, paket
pembangunan jalan ESH-01 telah beberapa kali
disampaikan oleh Gubernur Paliudju kepada
masyarakat dan pemerintah Buol. ‘’Saat pelantikan
anggota DPRD Buol, masalah ini kembali juga
disinggung oleh Pak Gubernur, alhamdulilah
proyek tersebut akhirnya terealisasi juga,’’ kata
Iskandar.
Ia menambahkan, proyek multi years contract
tersebut penandatanganan kontraknya
diperkirakan pada akhir 2009.
Lebih jauh Iskandar mengatakan, suksesnya
proyek tersebut tidak terlepas dari peran serta dan
dukungan Bupati Buol Amran Batalipu khususnya
terkait dengan penyelesaian administrasi dan
lapangan. Bahkan ruas jalan nasional juga telah
disiap dibangun karena telah sesuai dengan ruang
milik jalan (rumija) itu berarti sudah sesuai
dengan undang-undang maupun peraturan
pemerintah tentang jalan. ‘’Ini semua tidak
terlepas dari dukungan penuh warga dan Bupati
Buol, sehingga persoalan lahan yang selama ini
kerap menghambat kelancaaran pekerjaan bisa
teratasi. Mestinya pemerintah di daerah lain di
Sulawesi Tengah mencontoh apa yang dilakukan
oleh pemerintah Buol,’’ demikian Iskandar. (yar)

sumber : Yardin Hasan Private Blog

Jumat, 20 Mei 2011

aku and beibz ...




tanggal 20 mei 2011

aku binggung harus mulai dari mana, untuk menulis cerita ini
tapi intix hari ini, aku merindukannya..

Padahal dia sudah punya pacar
tp aku tetap merindukanx,

malu jg rindu pacar orang..

Sekarang aku sering ceburu padax. Apalagi tahu dia sudah punya pacar..
Yg ku rasakan bukan sekedar cemburu, tapi cemburu sangat.

Sampe, perna terlintas ..
Takut aku nekat bunuh diri
hahaa.. Separa itu..

Aku binggung harus bilang apa lg, tapi aku sungguh mencintainya, sangat mencintainya, aku menyayanginya..

Ku rela berbuat apa saja untukx..

Dia perna bertanya mengapa aku mencintaix. Tp Aku tak tau harus menjawab apa.. Karna aku tak tau sebabx..

16.05wita

aku mengirim sms lg padax.
Karna aku kangen

hahaa. Padahal belum cukup satu jam sudah rindu lagi.

Lucux waktu smsan aku jujur bilang aku rindu..

Hahaa.. Mana harga diriku

kalo boleh aku ingin melupakanx karna begitu sakit rasax
ku tahu hanya waktu yg dapat menghapus rasa ini,
tapi ku harap bisa menguragix

seandaix waktu dapat ku putar, ingin setiap pagi selalu ku katakan aku mencintaix

19.04
wita

aku smsan lg..
Aku bilang maaf.
Sy suka sms kamu..
Karna aku memang sedikit tenang bilang kalo komunikasi dnganx..

Tp bilang kalo sudah berhenti komunikasix..
Yaa allaaaah aku tidak tahan ini rindu..

20.00wita

Waktu smsan
Aku bilang, aku sudah ngantuk.
Padahal cuma bohong..
Mana biasa ngantuk hati lg rindu berat..

Yaa allah beri aku ketabahan dan kekuatan yg cukup

23.00wita

belum bisa tidur ..
Bagaimana dgn dia.??

met bobo beibz..

00.30wita

mungkin dia sudah tidur ...
Cuma mau bilang..

h0mesick t0 y0u beibz...